Minggu, 16 Januari 2011

Wanita Bangladesh Sukses Berkat Ponsel

Diposting oleh Rizky Pratiwi di 19.59
INILAH.COM, Jakarta - Mengenakan sari berwarna-warni, menenteng kotak teh herbal dan menggunakan Nokia usang itulah wanita sukses Bangladesh . Tapi Monowara Talukder, adalah pebisnis yang luar biasa.




Dalam kurun waktu enam tahun, Talukder berhasil membangun kerajaan teh herbal internasional di Bangladesh . Perempuan ini mempekerjakan 1.500 petani perempuan, memenangkan tender pemesanan dari perusahaan makanan kesehatan di Barat, serta berhasil memperoleh omset US$625 ribu (Rp 5,6 miliar).
Talukder menjadi orang pertama yang mendaftarkan ponsel saat tiba di negara itu pada 1997. Biaya pendaftaran ponsel memang tinggi, namun ibu dari 4 orang anak ini mengaku tidak pernah menyesali investasi yanag ia lakukan.
“Ponsel saya telah membantu banyak kepentingan bisnis. Ini sangat penting bagi distribusi dan pemasaran produk,” kata Talukder. Perempuan berusia 48 tahun itu memasarkan teh berlabel Tulsi di Dhaka , Bangladesh .
Ia mengaku tidak memiliki kantor atau toko sehingga semua orang hanya perlu menghubunginya via telepon untuk melakukan pemesanan. Saat ini ia punya lokasi penyebaran produk di 64 distrik Bangladesh dan memperoleh pemesanan di Australia , Kuwait dan Nepal .
Namun, tidak semua orang dapat beruntung seperti Talukder. Asosiasi industri telekomunikasi GSMA mengatakan perempuan yang tinggal di Asia Selatan memiliki ponsel 37% lebih sedikit dibandingkan pria. Kepemilikan perangkat telekomunikasi ini menunjukkan kesenjangan gender terburuk di bidang telekomunikasi di dunia.
Ponsel, dalam kaca mata tradisi, dalam rumah tangga dimiliki oleh suami dan putra sulung. Banyak cara yang dilakukan oleh masyarakat luar untuk memperbaiki keadaan ini.
Hilary Clinton dan Cherie Blair membuat proyek Mwomen yang menargetkan 150 juta perempuan di daerah tertinggal memiliki ponsel dalam kurun waktu tiga tahun. Rencana ini didukung oleh 20 operator ternama.
Proyek lain di Bangladesh adalah ‘Village Phone’ dari Grameen Phone, sistem telekomunikasi yang menjadi bagian dari Grameen Bank, pemenang Penghargaan Nobel.
Graamen menciptakan layanan di mana perempuan di kawasan miskin diperbolehkan meminjam uang untuk membeli ponsel. Perempuan tersebut diperbolehkan untuk meminjamkan ponsel ke orang lain dengan sejumlah bayaran.
Setidaknya 384 ribu perempuan telah bergabung di skema ini sejak 1997. “Kesenjangan gender merupakan kesempatan secara komersial. Kami menjadi pihak pertama yang benar-benar menargetkan perempuan sebagai bagian dari kampanye spesifik,” kata Irum Iqbal, kepala komunikasi Banglalink, operator telekomunikasi kedua terbesar di Bangladesh
Bagi seorang pebisnis teh, Monowara Talukder bisa merasakan keuntungan memiliki ponsel saat melihat persebaran perangkat telekomunikasi itu di kalangan pekerjanya di distrik Gaibandha, salah satu wilayah termiskin di Bangladesh .
“Saya sangat bangga bahwa 1.200 dari mereka mampu membeli ponsel,” ujarnya. Mereka memanfaatkan ponsel itu untuk menyebarkan nilai positif dan mengembangkan sistem pertanian mereka.
Para perempuan itu dapat berbagi informasi soal proses penanaman teh yang baik atau melaporkan masalah jika terjadi sesuatu. “Ini benar-benar memberi perubahan kepada mereka dari segi apapun,” kata Talukder bangga

0 komentar on "Wanita Bangladesh Sukses Berkat Ponsel"

Posting Komentar

 

Rizky Pratiwi's Blog Copyright © 2009 Girl Music is Designed by Ipietoon Sponsored by Emocutez